Kamis, 05 Mei 2011

adenomiosis

ADENOMIOSIS

A. DEFINISI
Istilah adenomiosis berasal dari istilah adeno (artinya kelenjar), myo makna (otot) dan osis (artinya kondisi).
Dikenal sebagai "Endometriosis rahim," adalah adenomiosis jinak dan tidak menyebabkan kanker. Paling umum, penyakit tersebut mempengaruhi dinding belakang (sisi belakang) dari rahim. Sel-sel endometrium menembus jauh ke dalam otot rahim (miometrium). Ketika ini terjadi pembesaran rahim biasanya lebih dari dua kali ukuran normal dan sangat keras
Adenomyosis adalah penetrasi dan bertumbuhnya jaringan endometrium (jaringan yang melapisi dinding dalam rahim) ke dalam myometrium (lapisan otot rahim), sering disebut pula dengan endometriosis internal
B. ETIOLOGI
Penyebab dari adenomyosis tidak dimengerti dengan baik. Beberapa peneliti-peneliti percaya bahwa operasi-operasi sebelumnya pada kandungan (termasuk kelahiran-kelahira Cesar) dapat menyebabkan sel-sel endometrial (lapisan kandungan) untuk menyebar dan tumbuh pada lokasi yang abnormal (lapisan otot dari dinding kandungan). Kemungkinan lain adalah bahwa adenomyosis timbul dari jaringan-jaringan dalam dinding kandungan sendiri yang mungkin telah mengendap disana selama perkembangan dari kandungan. Adenomyosis adalah lebih umum setelah kelahiran anak.

C. MANIFESTASI KLINIS
Bisa saja seseorang memiliki adenomyosis dia tidak merasakan gejala apapun. Gejala-gejala adenomyosis adalah
1. Triad gejala yakni pembesaran rahim, nyeri pelvis dan menstruasi yang banyak dan abnormal.
2. Nyeri, yang dirasakan terutama selama menstruasi disebut dysmenorrhea dapat berupa kram yang hebat atau seperti disayat pisau.
3. Nyeri dapat juga dirasakan pada saat tidak sedang menstruasi.
4. Pembesaran rahim dapat merata dengan tonjolan-tonjolan rahim yang besar atau dapat pula seperti “tumor” yang terlokalisir.
5. Pendarahan pada saat menstruasi dapat banyak sekali dan berhari-hari, mungkin dengan bekuan-bekuan darah. Pendarahan yang hebat ini dapat menyebabkan anemia (berkurangnya kadar Hemoglobin dalam sel darah merah). Selain itu diluar saat menstruasi bisa ada pendarahan abnormal (pendarahan sedikit-sedikit, bercak-bercak).

D. PATOFISIOLOGI
Penyakit ini disebabkan oleh tumbuhnya endometrium (selaput lender rahim) di tempat yang tidak semestinya. Akibatnya jaringan tempat tumbuhnya selaput lendir yang abnormal ini rusak, meradang, dan menimbulkan rangsang nyeri.
Jadi penyakit ini sejenis dengan endometriosis. Adenomyosis dapat ada bersamaan dengan endometriosis eksternal. Dan jaringan endometrium yang salah tempat ini, seperti endometrium yang normal, akan mengikuti siklus menstruasi, jadi cenderung mengalami pendarahan pada saat menstruasi. Darah yang terkumpul di dalam jaringan otot rahim ini akan menyebabkan pembengkakan; rahim menjadi lebih besar. Pembengkakan (adenomyosis) ini dapat merata atau terfokus di satu tempat. Jika pembengkakan ini terfokus di satu tempat maka disebut sebagai adenomyoma, yang mana menyerupai tumor rahim lainya.
Adenomiosis dapat berupa bercak-bercak di selaput lendir rongga perut (peritoneum), benjolan (nodul), maupun cairan yang terkumpul dalam bentuk kista indung telur. Adenomiosis sering kali menimbulkan nyeri yang lebih hebat dan gangguan infertilitas yang lebih berat Selama wanita tersebut masih mendapatkan haid, maka pada saat yang bersamaan jaringan endometrium abnormal juga mengalami reaksi peluruhan yang menimbulkan perdarahan

E. PENATALAKSAAN
- Seringkali pembesaran rahim yang tidak begitu besar biasanya tidak menimbulkan gejala dan karenanya tidak diperlukan obat-obatan.
- Danazol ( mengurangi dan mengobati rasa sakit dan mengurangi ukuran uterus )
- Obat GnRH agonis
Untuk kasus-kasus pendarahan hebat disertai nyeri yang amat sangat dapat dipakai obat GnRH agonis ( menyebabkan suatu keadaan seperti menopause dengan penghentian fungsi indung telur secara lengkap dan juga menghentikan menstruasi, yang menyebabkan jaringan yang abnormal bisa menyusut). Keadaan seperti menopause ini sangat menguntungkan bagi pasien-pasien yang mengalami anemia karena memungkinkan pasien untuk memulihkan anemianya, terutama dibantu dengan obat-obatan penambah darah.
- Hysterectomy (operasi pengangkatan rahim)
saat ini dipertimbangkan sebagai satu-satunya terapi yang efektif untuk mengangkat sebagian dari rahim (hanya daerah rahim yang mengandung adenomyosis saja). Meskipun hanya sebagian rahim yang diangkat tetapi dengan begitu maka tidak dibolehkan lagi adanya kehamilan


F. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
- Histerosalpingogram
suatu pemeriksaan roentgen daerah panggul setelah suatu kontras dimasukkan ke dalam dinding rahim
- Pemeriksaan MRI
mendeteksi adanya adenomyosis dan seberapa luas adenomyosis dan juga dapat membedakannya dari fibroid. Pemeriksaan MRI panggul ini harus dikerjakan dengan media kontras Gadolinium yang disuntikkan ke pembuluh darah
- USG transvaginal
USG yang alatnya dimasukkan ke dalam vagina














BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN
1. Identitas pasien dan penanggung jawab
2. Keluhan yang di rasakan pasien
3. Riwayat kesehatan dahulu
Dengan mengkaji riwayat kesehatan yang pernah diderita klien, baik penyakit maupun perilaku yang berhubungan dengan atau yang dapat menyebabkan keadaan sekarang, seperti riwayat penggunaan obat - obatan
4. Riwayat kesehatan sekarang
Merupakan riwayat kesehatan yang dimulai dari awal timbulnya gejala yang dirasakan dengan pola PQRST bias dideskripsikan : keluhanya apa ?, criteria waktu terasa sakitnya? Sudah ada tindak lanjut belum ? bagaiman hasilnya ?
5. Riwayat kesehatan keluarga
Perlu dikaji dari anggota keluarga ada atau tidak yang menderita penyakit sama seperti yang diderita klien saat ini oleh factor genetic atau pun penyakit menular

B. DIAGNOSA
1. Nyeri berhubungan dengan disminorhea
2. Resiko tinggi kekurangan cairan tubuh b.d. perdarahan pervaginam berlebihan.
3. Resiko tinggi infeksi b.d. tidak adekuat pertahanan tubuh akibat anemia.
4. Cemas b.d. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan.


C. Intervensi
Dx 1
:Nyeri berhubungan dengan disminorhea
Ditandai:
DO : Klien tampak gelisah, perilaku berhati-hati, ekspresi tegang.
DS : Klien menyatakan perut bagian bawah terasa sakit.
Tujuan : Nyeri berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan
Kriteria Hasil :
- Klien menyatakan nyeri berkurang
- Klien tampak tenang, ekspresi wajah rileks.
- Tanda vital normal :
Suhu : 36-37 0C
N : 80-100 x/m
RR : 16-24x/m
TD : Sistole : 100-130 mmHg, Diastole : 70-80 mmHg
Intervensi :
1. Kaji riwayat nyeri, mis : lokasi nyeri, frekuensi, durasi dan intensitas
2. Kaji skala nyeri
3. Tindakan pengurangan yang dilakukan bantu pasien mengatur posisi senyaman mungkin.
4. Memberikan kompres hangat
5. Monitor tanda-tanda vital
6. Ajarkan pasien penggunaan keterampilan manajemen nyeri mis : dengan teknik relaksasi, tertawa, mendengarkan musik dan sentuhan terapeutik.
7. Berkolaborasi dengan tim medis dalam Pemberian analgetik

Dx 2 :
Resiko tinggi kekurangan cairan tubuh b.d. perdarahan pervaginam berlebihan.
Ditandai dengan :
DO :Adanya perdarahan pervaginan
DS : -
Tujuan : kekurangan volume cairan tubuh teratasi
Criteria hasil :
1. Tidak ditemukan tanda tanda kekurangan cairan, seperti turgor kulit kurang, membrane mukosa kering, demam.
2. Pendarahan berhenti
Tanda – tanda vital normal
Suhu :36-37oC
Nadi :80-100 x/mnt
RR :16-24 x/mnt
TD : Sistole : 100-130 mmHg, Diastole : 70-80 mmHg
Intervensi
1. Tidak ditemukan tanda tanda kekurangan cairan, seperti turgor kulit kurang, membrane mukosa kering, demam.
2. Pendarahan berhenti
Tanda – tanda vital normal
Suhu :36-37oC
Nadi :80-100 x/mnt
RR :16-24 x/mnt
TD : Sistole : 100-130 mmHg, Diastole : 70-80 mmHg

Dx 3
Resiko tinggi infeksi b.d. tidak adekuat pertahanan tubuh akibat penurunan Hb(anemia)
DO : Kadar Haemoglobin kurang dari normal.
DS : -
Tujuan : Tidak terjadi infeksi
Kriteria Hasil :
1. Tidak ditemukan tanda – tanda infeksi seperti rubor, color, dolor, tumor dan fungsiolesia
2. Kadar Hb normal : 11 – 14 gr%
3. Klien tidak demam/menggigil, suhu : 36-37 oC


Intervensi :
1. Kaji adanya tanda – tanda infeksi
2. Lakukan cuci tangan yang baik sebelum tindakan keperawatan
3. Gunakan teknik aseptic pada prosedur perawatan
4. Monitor tanda – tanda vital dan kadar Hb dan lekosit
5. Anjurkan klien untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan
6. Kolaborasi dengan medis untuk pemberian antibiotic

Dx 4
Cemas b.d. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan.
Ditandai dengan :
DO :klien tampak gelisah, tidak kooperatif dalam mengikiti pengobatan
DS :klien mengatakan takut dan tidak mengetahui tentang penyakitnya
Tujuan :klien mengetahui tentang penyakitnya dan cemas berkurang
Criteria hasil :
1. Klien mengatakan rasa cemas berkurang
2. Klien kooperatif terhadap prosedur / berpartisipasi
3. Klien mengetahui tentang penyakitnya
4. Klien tampak rileks

Intervensi :
1. Kaji ulang tingkat pemahaman klien tentang penyakitnya
2. Tanyakan tentang pengalamanan klien / orang lain sebelumya yang pernah mengalami penyakit yang sama
3. Dorong klien untuk mengungkapkan pikiran da perasaanya
4. Ciptakan lingkunga tenang dan terbuka dimana klien merasa aman untuk mendiskusikan perasaanya
5. Berikan informasi tentang penyakitnya, prognosisnya dan pengobatanya serta prosedur secara jelas dan akurat
6. Berikan kesempatan klien untuk bertanya tentang hal – hal yang belum jelas

DAFTAR PUSTAKA

Panduan diagnose keperawatan nanda 2010-2011
http://suryo-wibowo.blogspot.com/2006/05/adenomyosis.html dr. Suryo Wibowo, MKK, SpOk
http://www.totalkesehatananda.com/uterinegrowth6.html
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Adenomyosis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar